Rabu, 14 Desember 2016

sistem digestifa (pencernaan)


saluran pencernaan  terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung, usus besar, usus halus, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terleta di luar saluran pencernaan, yaitu pankrea, hati dan kandungan empedeu.

Mulut

Mulut merupakan organ pertama dari saluran pencernaan yang letaknya meluas dari bibir sampai ke istmus fausium, yaitu perbatasan antara mulut dan faring. Mulut terdiri dari dua bagian, yaitu: vetibulum oris dan kavita oris propia.
Organ kelengkapan mulut
1.      Bibir
Bagian eksternak bibir di tutupi oleh kulit dan bagiannya internalnya di lapisi oleh jaringan epitel yang mengandung mukosa. Bagian ini kaya pembuluh darah dan banyak terdapat ujung-ujung saraf sensorik. Pada kavum oris terdapat dua buah palatum (tulang langit-langit), yaitu palatum durum dan palatim mole.
2.    Pipi
   Merupakan alat kelengkapan mulut bagian luar yang di lapisi oleh  kulit dan bagian dalam di lapisi oleh jaringan epitel yang mengandung selaput lendir (membaran mukosa). Otot pengunyah memanjang dari maksila mandibula dan sifatnya lebih elastis. M.buksinator membentuk basis otot pipi sebelah luar. Pipi memiliki fasia bukofarigeal dengan jaringan lemak korpus adiposa bukae dengan kelenjar bukales.
3.    Gigi (dentis)
   Merupakan alat bantu yang berfungsi untuk mengunyah dan berbicara. Gigi terdiri dari gigi sulung dan gigi permanen.
    Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan. Mengunyah adalah pemecah partikel besar menjadi partikel kecil suapaya dapat di telan tanpa menimbulkan tersendak. Proses ini merupakan proses mekanik pertama yang dia alami oleh saluran pencernaan. Apabila terdapat makanan dalam mulut maka terjadi rangsangan refleks otot-otot untuk menggerakan otot mandibula. 

Lidah
Lidah terdapat dalam kavum oris, merupakan susunan otot serat lintang yang kasar, dilengkapi dengan mukos lidah, dan berperan dalam proses mekanisme pencernaan di mulut dengan menggerakan ke segala arah.
Bagian-bagian lidah, yaitu:
a.      Pangkal lidah (radik lingua). Pada pangkal lidah begaian belakang terapat anak lidah yang berfungsi menutup jalan pernapasan pada waktu menelan supaya makanan tidak masuk ke jalan pernapasan.
b.  Panggul lidah (dorsum lingua). Pada bagian ini terdapat puting-puting pengecap (ujung saraf pengecap) untuk menentukan rasa makanan (manis, asam, asin, dan pahit). Pada panggul lidah terdapat jonjot-jonjot kecil sebagai puting pengecap terdiri dari banyak papila.
c.       Ujung lidah (apeks lingua) membantu membalikkan makanan, proses berbicara, merasakan makanan yang di makan, dan membantu proses menelan.

Kelenjar ludah
Merupakan kelenjar menskresi larutan mukus ke dalam mulut, menbasahi dan melumasi partikel makanan sebelum di telan. Kelenjar ini mengandung dau enzim pencernaan, yaitu: lipase lingua untuk mencerna lemak dan ptialin/amilase untuk mencerna tepung.
Bagian-bagian kelenjar ludah,
a.   Kelenjar ludah bawah rahang; terdapat di bawah rahang atas bagian tengah, salurannya bernama duktus wartoni, dan bermuara pada rongga mulut dekat frenolum lingua.
b.    Kelenjar ludah bawah lidah; terdapat di bawah selaput lendir dasar rongga mulut, bermuara di dasar rongga mulut, dan dipersarafi oleh saraf tak sadar.
c.    Kelenjar parotis, terletak di bawah bagian depan telinga di antara prosessus mastoid kiri dan kanan dekat os mandibula, salurannya bernama duktus stensoni, keluar dari glandula parotis menuju rongga mulut melalui pipi. Sekresi saliva normalnya setiap hari 1000-1500 ml.
Komposisi saliva
            ·          Air, 97%-99%
            ·          Glukoprotein (musin), dihasilakan oleh kelenjar-kelenjar mukosa sublingualis.
            ·          Ptialin (amilase) enzim pencernaan yang berfungsi mencerna tepung.
            ·          Garam-garam alkali
            ·          Sel-sel epitel
            ·          Sel kelenjar
            ·          Leukosit gas (oksigen) dan bakteri
Fungsi saliva
a.   Fungsi mekanis, mencampur saliva dengan makanan agar menjadi lunak atau setengah cair yang disebut bolus agar mudah di telan dan mendinginkan makanan.

b.      Fungsi kemis, melarutkan makanan yang kering untuk dapat dirasakan, misalnya butiran gulaa/garam dalam mulut akan larut dengan perantaraan saliva. Di samping itu, saliva juga memantua gigi-gigi yang menjadi busuk dengan cara mengubah suasana asam yang yang ditimbulkan bakteri pembusuk menjadi suasana alkalis.

Esofagus (kerongkongan)
Merupakan saluran pencernaan setelah mulut dan faring, panjangnya lebih kurang 25 cm. Posisinya vertikal, di mulai dari bagian tengah leher bawah faring sampai ujung bawah rongga dada di belakang trakea. Pada bagian dalam di belakang, jantung menembus diasrgama sampai rongga dada dan fundus lambung melewati persimpangan sebelah kiri difragma.

Sekresi esofagus bersifat mukoid dan berfungsi memberikan pelumas untuk pengerakan makanan melalui esofagus. Pada permulaan esofagus banyak terdapt kelenjar mukosa komposita. Bagian badan utamanya dibatasi oleh banyak kelenjar mukosa simplek untuk mecegah ekskresi mukosa oleh makanan yang baru masuk. Kelenjar komposita pada perbatasan esofagus dengan labung melindungi dinding esofagus dari pencernaan getah lambung.

Pada peralihan esofagus ke lambung terdapat sfingtr kardiak yang di bentuk oleh lapisan otot sirkuler esofagus. Sfingter ini terbuka secara refleks pada akhir peristiwa menelan. Tunika mukosa esofagus mempunyia epitel gepeng berlapis yang mengandung kelenjar-kelenjar mukus (glandula esofagus).
Fungsi utama sfingter esofagus bawah adalah mencegah isi lambung naik lagi ke atas ke esofagus. Isi lambung snagat asam dan banyak mengandung enzim proteolitik. Esofagus tidak mampu menahan kerja pencernaan sekret lambung dalam waktu lama.

Lambung
Adalah sebuah kantong muskular yang letaknya antara esofagus dan usus halus sebelah kiri abdomen di bawh diafragma bagian depan pankreas dan limpa. Lambung merupakan saluran yang dapat mengembang karena adanya gerakan peristaltik terutama di daerah epigaster. Variasi dari bentuk lambung sesuai dengan jumlah makanan yang masuk, adanya gelombang peristaltik tekanan organ lain, dan postur tubuh.

Struktur lambung

1.      Fundus ventrikuli; bagian ini menonjol ke atas, terletak sebelah kiri osteum karidakum, dan biasanya berisi gas. Pada batas dengan esofagus terdapat katup sfingter kardiak.
2.      Korpus ventrikuli; bagian ini merupakan segitiga osteum kardiakum, yaitu suatu lekukan pada bagian bawah kurvatura minor dan merupakan bagian utam dari lambung.
3.    Antrum pilorus; merupakan bagian lambung yang berbentuk tabung dan mempunyai otot yang tebal mebentuk sfingter pilorus. Antrum pilorus. Antrum pilorus merupakan muara bagian distal dan berlanjut ke duodenum.
4.   Kurvatura minor; terletak di sebelah kanan lambung dan terbentang dan osteum kardiak sampai ke pilorus. Kurvatura minor dihubungkan ke hepar oleh omentum minor, suatu lipatan ganda dari peritonium.
5.   Kurvatura mayor; bagian ini terbentang pada sisi kiri ostrum kardiakum melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai ke pilorus inferior. Kurvatura mayor lebih panjang dari kurvatura minor dan dihubungkan dengan kolon transversum oleh omentum mayor lipatan ganda dari peritonium.
6.      Osteum kardiakum; merupakan tempat esofagus bagian abdomen masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisum pilorus yang tidak mempunyai sfingter khusus, hanya berbnetuk cinci yang membuka dan menutup osteum dengan kontraksi dan relaksasi. Osteum dapat tertutup oleh lipatan membran mukosa dan serat otot pada dasas esofagus.
  
Lapisan lambung
a.     Lapisan selaput lendir (mukosa). Bila lambung dikosongkan, lapisan ini berlipat-lipat yang di sebut rungae.
b.      Lapisan otot melingkar (m.aurikularis). lapisan ini merupakan jaringan otot yang kuat.
c.       Lapisan otot miring (m.obliques). lapisan ini mempunyai otot bergaris miring.
d.   Lapisan otot panjang (m.longitudinal). lapisan ini merupakan susunan lapisan otot lambunng yang panjang.
e.      Jaringan ikat (peritonium)atau serosa. Jaringan ini melapisi lambung bagian luar

Fungsi lambung
Lambung menampung makanan yang masuk melalui esofagus, menghancurkan makanan, dan menghaluskan makanan dengan gerakan peristaltik lambung dan getah lambung. Penghancuran makanan dilakukan dengan dua cara, yaitu kimiawi dan mekanis.
a.    Mekanis menyimpan, mencampur dengan sekret lambung, dan mengeluarkan kimus ke dalam usus. Pendorongan makanan terjadi secara gerakan peristaltik setiap 20 detik.
b.    Kimiawi (khemis). Bolus dalam lambung akan di campur dengan asam lambung dan enzim-enzim tergantung jenis makanan enzim yang dihasilakan, antara lain: pepsin, asam garam, renin, dan lapisan lambung.
1. Pepsin, memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan pepton) agar dapatdiabsorbsi di intestinum minor.
2.  Asam garam (HCL), mengasamkan makanan sebagai  antiseptik dan desinektan yang masuk ke dalam makanan. Di samping itu, mengubah pepsinogen menjadi pepsin dalam suasana asam.
3.     Renin, sebagai ragi membekukan susu dan membentuk kasein dan kaseinogen dari protein.
4.   Lapisan lambung memecah lemak menjadi asam lemak untuk merangsang sekresi getah lambung.

Usus Halus  (intestinum minor)
Merupakan bagian dari sistem pencernaan makanan yang berpangkal pada pilorus dan berakhir pada sekum, panjangnya lebih kurang 6 meter, dan merupakan saluran pencernaan yang paling panjang dari tempat proses pencernaan dan absorpsi pencernaan. Bentuk dan susunannya berupa liptan-lipatan melingkar. Makanan dan intestinum minor dapt masuk karena adanya gerakan yang memberikan permukaan yang lebih halus, banyak jonjot-jonjot tempat absorbsi dan memperluas permukaannya. Pada ujung dan pangkalnya terdapat katub. Intestinum minor terletak dalam rongga abdomen dan di kelilingi oleh usus besar.

Lapisan usus halus
1.  Tunika mukosa; lapisan ini banyak memiliki lipatan yang membentuk plika sirkularis dan villi intestinal (jonjot-jonjot)yang selalu bergerak karena pengaruh hormon jaringan villi kinnin. Villi ini banyak mengandung pembuluh darah dan limfe. Pada bagian ini terjadi penyerapan lemak yang telah di elmusi.
2.    Tunika propia; pada bagian dalam dari tunika mukosa terdapat jaringan limfoid noduli limpatisi dalam bnetuk sendiri-sendiri dan berkelompok. Tiap kelompok lebih kurang 20 moduli limpatisi. Kumpulan ini di sebut plaque peyeri yang merupakan tanda khas dari ileum. Pada penyakit tipus abdominalis, plaque peyery ini sering merandang karena infasi kuman salmonella typhosa.
3.   Tunika submukosa; pada lapisan ini terdapat anyaman pembuluh darah dan saraf yang merupakan anyaman saraf simpatis.
4.   Tunika muskularis; lapisan ini terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan otot sirkuler dan otot longotudinal. Di antara keduanya terdapat anyaman serabut saraf yang di sebut pleksus mienterikus auerbachi.
5.      Tunika serosa (adventisia); lapisan ini meliputi seluruh jejenum dan ileum.

Struktur usus halus

Duodenum
Bentuknya melengkung seperti kuku kuda. Pada lengkungan ini terdapat pankreas. Pada bagian kanan duodedum terdapat bagian yang membukut tempat bermuaranya saluran empedu (duktus koledukus) dan saluran pankreas (duktus pankreatikus) yang dinamakan papila vateri. Dinding duodenum mempunyai lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar Brunner memproduksi getah intestinum.

Jejunum
Panjangnya 2-3 meter, berkelok-kelok, terdapat di sebelah kiri atas intestinum minor dengan perantaraan lipatan peritonium yang berbnetuk kipas (mesentrium). Akar mesentrium memungkinkan keluar masuknya arteri dan vena mesenterika superior dan pembuluh limfen dan saraf ke ruang antara lapisan peritonium yang membentuk mesenterium. Penampang jejunum lebih besar, dindingnya lebih tebal, dan banyak mengandung pembuluh darah.

Ileum
Ujung batas antara ileum dan jejunum tidak jelas, panjangnya lebih kurang 4-5 meter,. Ileum merupakan usus halus yang terletak di sebelah kanan bawah yang berhubungan dengan sekum perantaraan lubang yang di sebut orifisiumileosikalis yang di perkuat oleh sfingter dan di lengkapi oleh sebuah katub valvula ceicalis (valvula bauchini) yang berfungsi untuk mencengah cairan dalam kolon asendens agar tidak masuk kembali ke dalam ileum.

Fungsi usus halus
Usus halus  dan kelenjarnya merupakan bagian yang sangat penting dari saluran pencernaan kerena di sinilah terjadinya proses pencernaan yang terbesar dan penyerapan lebih kurang 85% dari selururh absorbsi. Fungsi usus halus sebagai berikut.
a.      Mensekresi cairan usus untuk menyempurnakan pengolahan zat makanan di usus halus.
b.      Menerima cairan empedu dan pankreas melalui duktus koledukus dan duktus pankretikus.
c.    Mencerna makanan. Getah usus dan pankreas mengandung enzim yang mengubah protein menjadi asam amino., karbohidrat menjadi glukosa, lemak menjadi asam lemak, dan gliserol. Dengan bantuan garam empedu,getah usus dan pankreas kasuk ke duodedum. Makanan disempurnakan oleh kontraksi kelenjar empedu pencernaan. Zat makanan di pecah menjadi bentuk-bentuk ynag lebih sederhana yang dapat di serap melalui dinding usus halus ke dalam aliran darahh dan limfe.
d.    Mengabsorbsi air garam dan vitamin, protein dalam bentuk asam amino, dan karbohidrat dalambnetuk monoksida. Makanan yang telat di serap akan terkumpul di dalam vena-vena halus kemudian berkumpul dalam vena yang besar, bermuara ke dalam vena porta, dan langsung di bawa ke hati. Di samping itu, ada juga melalui sistem saluran limfe. Dari seluruh limfe masing-masing akan bermuara ke dalam saluran limfe yang besar (duktus torasikus) dan masuk ke dalam vena jugularis.
e.    Menggerakkan kandungan usus sepanjang usus halus oleh kontraksi segmental pendek dan gelombang cepat yang menggerakan kandungan usus sepanjang usus menjadi lebih cepat.


Usus besar  (intestinum mayor)
Merupakan saluran pencernaan berupa usus berpenampang luas atau berdiameter besar dengan panjangnya lebih kurang 1,5-1,7 meter dan penampang 5-5 cm. Usus besar merupakan lanjutan dari usus halus yang tersusun seperti huruf U terbalik dan mengelilingi usus alus yang terbentang dari valvula ileocaecalis sampai ke anus

Lapisan usus besar
1.      Lapisan selaput lendir (mukosa); lapisan ini tidak memiliki villi, kripta-kripta dalam lebih kurang 0,5 mm, dan terletak berdekatan satu sam lain. Hampir seluru permukaan epitel kripta menghasilkan mukus pelumas. Epitel ynag tinggal lainnya mempumyai tepi bersilia dari mikrovilli yang mengabsorsi air.
2.      Lapisan otot melingkar (m.sirkuler); lapisan ini berada di sebelah dalam dan berbentuk lingkaran.
3.      Lapian otot memanjang (m.longitudiinal); lapisan otot ini berkumpul menjadi 3 pita panjnag dengan lebar 1 cm yang di sebut teniacoli. Lapisan ini terdiri dari tenia libera (di anterior), tenia omentalis (di posterior, lateral), dan tenia mesacolica ( di posterior dan medial).
4.      Lapisan jaringan ikat (serosa); lapisan ini merupakan jaringan ikat yang kuat yang berada di sebelah luar.

Fungsi Usus besar
a.  Menyerap air dan elektrolit. Usus besar menyerap air dan elektrolit untuk kemudian sisa massa membentuk massa yang semisolid atau lembek yang di sebut feses.
b.     Menyyimpan bahan feses sampai saat defekasi. Fases ini terdiri dari sisa makanan, serat-serat selulosa sel-sel epitel bakteri, bahan sisa sekresi (lambung, kelenjar intestin, hati, dan pankreas), magnesium fosttat, dan Fe.
c.    Tempat tinggal bakteri colli. Sebagian dari kolon berhubungan dengan fungsi pencernaan dan sebagian lagi berhubungan dengan penyimpanan. Untuk kedua fungsi ini tidak diperlukan gerakan yang kuat, cukup dengan pergerakan yang lemah.

Struktur usus besar

Sekum
Kantong lebar terletak pada fossa iliaka dekstra. Ileum memasuki fossa iliaka sisi kiri osteum ileosekalis. Pada bagian bawah sekum terdapat apendiks vermiformis, bentuknya seperti cacing dan di sebut umbai cacing. Panjangnya lebih kurang 6 cm. Muara apendiks pada sekum ditentukan oleh titik yaitu: daerah antara 1/3 bagian kanan dan 1/3 bagian tengah garis menghubungkan kedua spina iliaka anterior (SIAS). Sekum seluruhnya ditutupi oleh peritonium agar mudah bergerak walaupin tidak mempunyai mesenterium dan dapat diraba melalui dinding abdomen. Ileum bermuara pada sekum dan membentuk sebuah katub yang dinamakan vavula coli (bauchini).

Titk McBurney merupakan tempat proyeksi muara ileum de dalam sekum. Titk potong tepi lateralis m.rektus abdominus dekstra dengan garis penghubung (SIAS) kanan dengan pusat sekitar sama dengan 1/3 lateral garis monro (garis menghubungkan SIAS dengan pusat). Pada waktu peradangan apendiks (apendisitis), daerah ini sangat ssakit tertekan, kadang-kadang perlu dibuang (apendektomi).

Kolon asendens
Bagian ini memanjang dari sekum ke fossa iliaka kanan smapai ke sebelah kanan abdomen. Panjangnya 13 cm, terletak di bawah abdomen sebela kanan, dan di bawah hati membelok ke kiri. Lengkungan ini di sebut fleksura hepatika (fleksura koli dekstra dan di lanjutkan dengan kolon transversum.

Kolon transversum
Panjangnya lebih kurang 38 cm, membujur dari kolon asendens sampai ke kolon desendens, berada di bawah abdomen sebelah kanan tepat belokan yang di sebut fleksura lienalis (fleksura koli sinistra), dan mempunyai mesenterium yang melekat pada permukaan posterior tirai omentum mayus.

Kolon desendens
Panjangnya lebih kurang 25 cm, terletak di bawah abdomen bagian kiri, dari atas ke bawah, dari depan fleksura lirnalis sampai di depan ileum kiri, bersambung dengan sigmoid, dan di belakang peritonium (retroperitonial).

Kolon sigmoid
Bagian ini merupakan lanjutan dari kolon desendens. Panjangnya 40 cm, terletak miring dalam rongga pelvis sebelah kiri, berbentuk huruf S, unjung bawahnya berhubungan dengan rektum, berakhir setinggi vertebrae sakralis 3-4, dan kolon sigmoid ini di tunjang oleh mesenterium yang di sebut mesokolon sigmoideum.

Rektum
Bagian ini merupakan lanjutan dari kolon sigmoid yang menghubungkan intestinum mayor dengan anus sepanjang 12 cm yang di mulai dari pertengahan sakrum dan berakhir pada kanalis anus. Rektum terletak dalam rongga pelvis di depan os sakrum dan os koksigis.
Rektum terdiri dari dua bagian, yaitu:
a.    Rektum propia, bagian yang melebar di sebut ampula rekti. Jika ampula rekti terisi makanan, akan timbul hasrat defekasi.
b.    Pars analis rekti, sebelah bawahnya ditutupi oleh serat-serat otot polos (m.sfingter ani internus) dan serabut otot lurik (m.sfingter ani eksternus). Kedua otot ini berperan pada waktu defekasi. Tunika mukosa rektum banyak mengandung pembuluh darah, jaringan mukosa, dan jaringan ototyang membentuk lipatan yang di sebut kolumna rektalis. Pada bagian bawah kolumna rektalis terdapat pembuluh darah vena rektalis (v.hemoroidalis superior, inferior) yang sering mengalami pelebaran atau varises yang di sebut hemoroid (wasir).

Anus 
Anus merupakan bagian dari saluran pencernaan dengan dunia luar yang terletak di dasar pelvis dan dindingnya diperkuat oleh sfingter ani yang terdiri dari:
a.      Sfingter ani internus sebelah dalam bekerja tidak menurut kehendak,
b.      Sfingter levator ani bagian tengah bekerja tidak meurut kehendak, dan
c.       Sfingter ani eksternus sebelah luar bekerha menurut kehendak.

Hati (hepar)
Merupakan kelenjar aksesori terbesar dalam tubuh, berwarna coklat dengan berat 1000-1800 gram. Hati terletak dalam rongga perut sebelah kanan atas di bawah diafragma.
Fungsi hati
1.      Metabolik; metabolisme asimilasi karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin dan produksi energi.
2.      Eksretori; produksi empedu oleh sel hati (bilirubin,kolesterol garam empedu), ke dalam empedu juga diekskresikan zat yang berasal dari luar tubuh seperti logam-logam berat, bermacam zat warna dan lain-lain.
3.    Pertahanan tubuh; detoksikasi racun siap untuk dikeluarkan, melakukan fagositosis terhadap benda asing langsung membentuk antibodi.
4.      Mengatur suhu tubuh; berperan membentuk darah dan heparin.

Kandung empedu (vesika fellea)
Adalah kantong yang berbentuk buah pir yang terletak pada permukaan viseral, diliputi oleh peritonium kecuali bagian yang melekat pada hepar, dan terletak pada permukaan bawah hati di antara lobus dekstra dan lobus kuadratus hati.

Unsur-unsur cairan empedu
Garam-garam empedu disentasi oleh hepar dari kolestrol, suatu alkohol steroid yang banyak dihasilkan hati. Garam empedu berfungsi membantu pencernaan lemak dan mengemulasi lemak dengan kelenjar lipase dan penkreas.

Pankreas
Merupakan organ yang lunak, berjalan miring menyilang dinding posterior abdomen pada regio epigastrium, terletak di belakang lambung, dan terbentang dari duodenum sampai ke limpa. Pankreas merupakan kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Kelenjar eksokrin menghasilkan sekret yang mengandung enzim yang dapat menghidrolisis protein, lemak, dan karbohidrat, sedangkan endokrit menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang memegang peranan penting pada metabolisme karbohidrat.

Sumber: 
 Syaifuddin. 2002. Struktur & Komponen Tubuh Manusia. Jakarta: Widya Medika


  


Sistem Sirkulasi


Sistem sirkulasi darah terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Jantung memompakan darah dan pembuluh darah menyalurkan dari dari jantung ke seluruh tubuh. Fungsi utama sistem sirkulasi ini yaitu menjaga agar darah tetap tersalurkan sesuai tujuan atau tempatnya.

Jantung

Jantung berbentuk kerucut, terletak dalam rongga toraks (dada) diantara kedua paru, bagian anterior menghandap tulang belakang dan bagian posterior menghadap sternum (tulang dada). Bagian apex jantung mengarah ke kiri dan sekitar 2/3 bagian jantung terletak di bagian kiri dari garis tengah tubuh. Bear jantung lebih besar sedikit dari satu kepalam tangan kita.

Jantung di bungkus oleh 2 lapisan selaput yang di sebut pericardium yang membungkus jantung seperti sebuah kantong. Selaput bagian luar  di liputi oleh pembuluh darah dan selaput ini membungkus jantung mulai dari bagian dasar jantung (basal), kemudian melekta ke tulang dada serta ke bawah di diafragma. Di bagian belakang melekat ke tulang belakang (spinal column). Selaput jantung bagian dalam melekat pada oto jantung. Diantara kedua selaput ini berisi cairan yang memungkinkan jantung berdenyut dengan leluasa, namun tetap berada pada tempatnya.

Jantung terbagi atas 4 ruangan. Bagian atas di sebut atrium kiri dan kanan serta bagian bawah di sebut ventrikel kiri dan kanan.

Dinding bagian dalam yang memisahkan atrium dan ventrikel kiri dan kanan si sebut septum. Vebtrikel kiri adalah bagian jantung yang paling besar dan paling kuat yang berguna untuk memompakan darah melalui katub aorta ke seluruh tubuh.

Atrium kanan
Terdapat tiga lubang besar pada dinding atrium kanan ini, yaitu:
  1. Vena Cava Superior, masuk di bagian bawah pada dinding posterior.
  2. Lubang yang menghubungkan atrium kanan dan ventrikel kanan di jaga oleh katub yang di sebut katub atrioventricular atau juga dis ebut katub tricuspidali (terdiri dari 3 daun), yang gunanya untuk menahan darah kembali ke atrium dextra.
  3. Sinus coronarius, sebuah vena yang membawa darah dari dinding jantung. Lubang ini terletak diantara vena cava inferior dan katub tricuspidalis.

Venrikel kanan
Pada dinding ventrikel kanan terdapat tonjolan yang di sebut muskulus palpilaris. Dari tonjolan ini berjalan serta fibrous yang di sebut Chorda Tendinea, menuju dan melekat pada daun katub tricuspidalis. Chorda Tendinea ini menyokong dan mencegah katub mengarah masuk ke atrium kanan saat ventrikel kanan kontraksi untuk memompakan darah ke arteri pulmonalis.

Lubang menuju ke A. Pulmonalis di jaga oleh katub pulmonalis yang di sebut juga katub semilunaris, mencegah darah kembali lagi masuk ke ventrikel kanan saat ventrikel kanan di latasi (fase disstolik). Begitu bagian ventrikel kanan terisi penuh darah, segera akan terjadi kontraksi, ketika itu pula katub tricuspidalis menutup dan katub pulmonalis membuka.

Atrium Kiri
Atrium kiri relatif lebih kecil di banding atrium kanan, tetapi dindingnya lebih tebal. Empat vena pulmonalis, masing-masing dua dari tiap paru masuk ke atrium kiri ini. Tidak ada katub pada lubang ini. Katub atrioventricular yang menghubungkan atrium kiri dan vebtrikel kiri di sebut katub mitralis atau   (terdiri dari dua daun).

Ventrikel kiri
Rongga ventrikel kiri berbentuk oval, sedang ventrikel kanan berbentuk bulan sabit. Ukurannya juga relatif lebih kecil disebabkan dinding lebih tebal.

Jadi terdapat 4 tipe katub yang mengatu aliran darah dari jantung:
  1. Katub tricuspidalis , megatur aliran darah dari atrium kanan ke ventrikel kanan.
  2. Katub pilmonalis, mengatur aliiran darah ventrikel kanan ke arteri pilmonalis, kemudian darah ke peru-peru untuk mengambil oksigen.
  3. Katub mitralis, mengatur darah yang kaya oksigen dari paru melalui atrium kiri ke ventrikel kiri.
  4. Katub aorta, mengatur jalan keluar darah yang kaya oksigen dari ventrikel kiri ke aorta yang selanjutnya dialirkan ke seluruh bagian dari tubuh termasuk jantung sendiri.


Terdapat 3 tipe pembuluh darah, yaitu:
Arteri dan Arteriol
Arteri mengalirkan darah menjauh dari jantung. Arteri mempunyai diinding yang tebal terdiri dari endotel interna dan externa, juga lapis serta elastik tebal di bagian tengah serta otot olos. Serat yang elastik ini memungkinkan arteri menggembung dan menerima peningkatan volume darah tiba-tiba setiap jnatung berdenyut/kontraksi.

Arteriol adalah arteri yang lebih kecil, namun masih terlihat oleh mata telanjang. Lapisan tengah dari pembuluh darah ini mempunyai serabut elastik, namun mempunyai otot polos lebih banyak yang melingkari arteriol. Kontraksi sel-sel otot polos ini diluar pengaruh gerak sadar, jadi gerakan otot ini dibawah pengaruh sistem sara autonomic.

Kapiler
Arteri bercabang lagimenjadi kapiler kapiler yang diameternya sangat kecil dan hanya dapat di lihat dengan microskop. Kaoiler hanya mempunyai 1 lapis sel endotel. Kapiler berada di semua bagian dalam tubuh. Itu sebabnya setiap terjadi luka pada organ tubuh selalu menimbulkan pendarahan. Kapiler merupakan bagian penting dari sisa sirkulasi karna pertukaran nutrisi dan zat zat sisa metabolisme hanya dapat melalui dinding yang tipis. Oksigen dan glukosa merembes keluar dari kapiler ke dalam cairan yang meliputi sel, dan sebaliknya karbon dioksida dan zat sisa lain akan merembes masuk ke kapiler.

Vena dan Venula
Venula menerima darah dari kapiler, kemudian bergabung menjadi 1 membentuk vena. Dinding vena lebih tipis menjadi arteri karna lapisan tengah dari otot dan serabut elastisnya tidak berkembang baik. Dalam beberapa vena besar, khususnya pada lengan dan tungkai terdapat katup yang hanya memungkinkan darah mengalir ke arah jantung dan mencegah darah ke arah semula.


Suplai Darah ke Otak
Otak di suplai dengan darah yang banyak mengandung oksigen dalam arteri yang bercabang cabang. Cabang cabang ini kemudian bersatu kembali membentuk “CIRCLE of WILLIS”, yang terletak di daerah kelenjar hipofiso. Keuntungan dari anyaman pembulu darah seperti ini yaitu bila salah satu tersumbat, otak  tetap dapat menerima darah dari pembuluh lain.

Suplai Darah ke Jantung
Arteri coronaria sangat penting, karena arteri ini menyelurkan darah ke otot jantung (jantung tidak mendapat darah dari jantung). Arteri coronaria sinistra dan dextra keluar dari aorta di belakang katub aorta. Arteri ini terbentang di permukaan luar jantung, di mana kemudian bercabang-cabang ke arah yang meliputi seluruh bagian jantung. Walaupun a.coronaria mendapat darah dengan tekanan yang besar, namun dia berdiameter sanat kecill dan dapat tersumbat.


Sistem Sirkulasi Darah 
Darah dialirkan dari jantung ke organ-organ tubuh melalui jaringan rumit dari arteri, arteriol dan kapiler. kemudian kembali lagi ke jantung melalui jalan venula dan vena. Sistem vaskuler dapat di bagi dalam 2 sirkulasi, yaitu: sirkulasi pulmonal, yaitu sirkulasi darah melaui paru dan sirkulasi sistemik, yaitu sirkulasi yang melayani kebutuhan darah untuk organ-organ tubuh.

sirkulasi pulmonal
Aliran darah ynag melewati paru mengikuti jalan sebagai berikut:
darah yang mengandung banyak CO2 (dari seluruh tubuh) masuk ke atrium kanan melalui vena Cava superior dan inferior (vena paling besar dalam tubuh. Kontraksi atrium kanan darah di dorong ke ventrikel kanan melalui kutub tricuspidalis. dari ventrikel kanan darah dipompakan melalui kutub pulmonalis ke arteri pulmonalis. kemudian arteri ini bercabang dua untuk mengalirkan darah ke paru kiri dan kanan. Arteri ini selanjutnya bercabang-cabang lagi menjadi arteriol-arteriol dalam paru, kemudian akan berakhir di kapiler-kapiler di sekitar alveolus dimana akan terjadi pertukaran gas karbon dioksida dan oksigen , CO2 akan dikeluarkan, sedangkan O2 akan masuk dan diikat dalam kapiler. Darah kemudian masuk ke dalam venula pulmonalis dan melanjukan diri melalui vena puulmonalis kemabali ke atrium kiri yang selanjutnya masuk ke ventrikel kiri.
Ringkasnya:
Atrium/ventrikel kanan → A. pulmonalis → Paru → V. pulmonalis jantung (atrium kiri)

Sirkulasi Sistemik
Sirkulasi sistemik meliputi seluruh pembuluh darah arteri dan vena dalam tubuh. Arteri paaling besar pada sirkulasi sistemik ini yaitu aorta da vena paling besar yaitu vena cava superior (VCS) dan vena cava inferior (VCI). VCS menerima darah dari kepala, dada dan lengan, sedang VCI menerima darah dari tubuh bagian bawah. kedua vena cava masuk ke dalam atrium kanan.



darah yang menuju ke organ-organ tubuh mulai dari ventrikel kiri yang memompa darah yang kaya oksigen ke aorta. Cabang-cabang dari aorta masing-masing menuju ke organ-organ dan bagian lain dari dalam tubuh, yang kemudian akan kembali ke jantung melalui VCS dan VCI. Pada beberpa organ tubuh arteri dan vena yang melayani organ yang sama, mempunyai nama yang sama. sebagai contoh pembuluh darah yang menuju ke ginjal (renal). Ruute sirkulasi darah sebagai berikut:ventrikel kiri, aorta, arteri (arteriol, kapiler, venula, vena), vena cava superior/inferior ke atrium kanan.Tidak seperti pada sirkulasi pulmonal, ateri pada sirkulasi sistemik mengandung darah yang akan oksigen dan berwarna merah terang, sedangkan vena berisi darah yang mengandung banyak CO2 dan berwarna keungu-unguan.

Darah 
Merupakan cairan tubuh yang terdiri dari plasma dan sel atau struktur seperti sel, dalam tubuh ornag dewasa, volumenys sekitar 5-6 liter atau 7 % dari berat badan.
Plasma
Plasma meliputi 53-57% dari keseluruhan volume darah, terdiri dari 90% air, 7-9% protein, 0,1% glukosa, 1% bahan anorganik. Bahan protein dapat di bagi dalam 3 jenis yaitu abumin (yang mengatur tekanan osmotik dalam darah serta mengatur volume air dalam darah), globulin (berhhhubunga dengan fungsi antibodi/kekebalan tubuh) dan fibrinogen (protein yang penting dalam pembekuan darah.

Sel Darah:
Meliputi 43-47% dari seluruh volume darah. di kenal ada 3 jenis sel darah, eritrosit (sel darah merah), lelkosit (sel darah putih dan trombosit (pletelet).
Eritrosit
sel darah merah merupakan sel terbanyak, bentuknya dalam sirkulasi darah berbentuk biconcave (cekung pada kedua sisinya, tidak mempunyai nti sel. Inti sel darah merah ini menghilang saat lahir sebagai suatu proses pematangan sel yang terjadi pada sumsum tulang merah. Bentuk biconcave ini memungkinkan ratio volume permukaan sel yang paling besar, yang penting untuk mengikat oksigen atau CO2 lebih banyak. Oksigen dan CO2 dalam sel terikat pada Hemoglobin (Hb) yang terdpat dalam sel darah merah.

Fungsi utama sel darah merah yaitu mengnagkut O2 ke jaringan/organ tubuh dan membawa kembali CO2 dari jaringanke paru-paru untuk dikeluarkan lewat pernapasan. Eritrosit diproduksi oleh sumsum tulang darah merah.

Lekosit 
Fungsi utama sel darah putih ini untuk melindungi tubuh terhadap mikroorganisme (kuman) dengan memfagosit (menyerang) kuman yang masuk. Neutrophil, monocyte, dan lymphocyte merupakan lekosit yang penting dalam memfagosit kuman (mikrooganisme). 
Lymphocyte penting dalam fungsi kekebalan tubuh sedangkan Eosinophil berperan pada detokfikasi protein asing yang masuk ke tubuh seperti allergen (zat/bahan yang menyebabkan alergi) dan parasit (misalnya cacing).

Trombosit 
Merupakan jenis sel darah yang paling kecil, sel darah ini berisi beberapa faktor pembeku darah, bila jumlahnya hanya sedikit dapat menyebabkan pendarahan, misalnya pada penderita demam berdarah dengue, menyebabkan penderita penyakit ini mudah terjadi mimisan, pendarahan pada gusi atau usus. 

Sumber:
Sarpini, Rusbandi. 2015. Anatomi & Fisiologi Tubuh Manusia Untuk Paramedis.Bogor:Penerbit IN MEDIA.


Selasa, 13 Desember 2016

Nervous System (Sistem Saraf)

          Sistem persarafan mempunyai fungsi mengumpulkan informasi-informasi,  baik dari dalam maupun dari luar tubuh dan kemudian informasi ini di teruskan ke otak untuk dianalisis, selanjutnya menngirimkan impuls melalui sistem efferen untuk direspons sesuai dengan yang diinginkannya.

Sel saraf
       Saraf terdiri dari sel-sel khusus yang disebut sel saraf atau neuron yang dapat saling bekomunikasi antar sel saraf atau denggan sel-sel lain dalam tubuh. Sebuah sel saraf neuron terdiri dari 3 bagian:
1.      Badan sel, yang di dalamnya terdapat nucleus.
2.      Dendrit, struktur seperti rambut disekeliling badan sel, yang berfungsi menerima sinyal.
3.     Axon (serat saraf), panjangnya bervariasi dari 1 mm sampai 1 meter. Fungsinya menyalurkan sinyal yang dipancarkan neuron.axon terbungkus oleh selaput seperti lemak yang di sebut myelin, yang berperan sebagai isolator. Selanjutnya implus dilanjutkan secara cepat ke axson melalui Nodus Ranvier sampai ke ujung axon.

       Sebuah neuron dapat berhubungan dengan beberapa  ribu neuron lain. Tempat kontak antara ujung axon dari satu sel saraf dengan dendrit dari sel saraf lain yang di sebut Sinaps. Pesan-pesan yang disampaikan ke dan dari otak berbentuk impuls listrik (action potential) yang ditimbulkan oleh perubahan kimia yang terjadi sepanjang axon. Pada sinaps implus menyebabkan pengeluaran zat yang di sebut neurotransmitter yang selanjutnya akan meneruskan implus ke neuron berikutnya. Perjalanan implus sepanjang rantai neuron ini sangat cepat, mencapai lebih 250 mil per jam. Berbeda dengan sistem lain, misalnya sistem endokrin yang memerlukan waktu beberapa jam untuk direspons dengan pengeluaran hormon.


        Sel-sel saraf tubuh umunya bergabung dalam kelompok-kelompok. Dalam otak dan medulla spinalis, kumpulan/kelompok neuron ini di sebut nucleus atau daerah abu-abu (karena bagian ini berwarna abu-abu). Bagian luar dari otak dan medulla spinalis di sebut Ganglia. Daerah sisanya dari sistem saraf adalah lintasan axon yang di kenal dengan daerah putih, karena warna dari lapisan myelin.

       Masukan pesan (input) ke sistem saraf dalam bentuk panca indera kita: raba/nyeri, penglihatan, perasa, penciuman, dan suara/pendengaran. Myeri, suhu dan tekanan di kenal sebagai indera somatic (somatic sense). Reseptor sensorik diklarifikasikan menurut tipe energi yang dapat di deteksi dan direpons:
1.      Mechanoreceptors: pendengaran dan keseimbangan, peregangan
2.      Photoreceptors: sinar
3.  Chemoreceptors: penciuman dan perasa, seperti sensor internal dalam saluran cerna dan sistem sirkulasi
4.      Thwemoreceptors: perubahan suhu
5.      Electroreceptors: mendeteksi arus listrik di likungan sekitar.

Pembagian Sistem Saraf
Secara umum sistem saraf di bagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:
1.    Sistem saraf pusat (SSP), terdiri dariotak dan medulla spinalis pada SSP kumpulan neuron di sebut Nukleus.
2.   Sistem saraf perifer (SSPe), terdiri dari banyak jaringan saraf dan saraf otak yang menghubungkan tubuh ke otka dan  medulla spinalis. SSPerifer dibagi lagi menjadi:
a.   Sistem saraf otonm (mengontrol tanpa sadar/involuntary dari organ-organ dalam tubuh, pembuluh darah, otot-otot polos dan otot jantung), terdiri ari sistem saraf simpatik dan parasimpatik.
b.      Sistem sarafsomatc (mengontrol secara sadar/voluntarydari kulit, tulang, sendi, dan otot rangka).
Note:
Di  SSPerifer, kumpulan neuron disebut Ganglia.

Struktur Otak
Otak adalah salah satu organ tubuh orang dewasa yang terbesar sebagai pusat pengontrol tubuh, terdiri dari sekitar 100 milyar neuron. Otak di bagi menjdi 4 bagian, yaitu:
1.      Cerebrum
2.      Cerebellum
3.      Diencephalon (thalamus, hypothalamus)
4.  Batang otak (medulld ob;ongata, pons, otak tengah/midbrain)yang dilanjutkan dengan medulla spinalis.

Cerebrum (otak besar)

       Merupakan bagian terbesar dari otak, terbagi dalam 2 sisi, hemispher cerebri kiri dan kanan yang kedua sisi ini dihubungkan oleh corpus callosum, kedua sisi ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis berfungsi sebagai pusat untuk menerima informasi sensorik (aferens) dan utntuk menyalurkan respons motorik (eferens).  Sisi kiri menerima dan mengirirm informasi dari dan ke sisi kanan dari tubuh dan sebaliknya. Selain itu beberapa fungsi intelektual juga berpusat baik di hemisfer kiri dan kanan.

     Hemisfer di bungkus oleh lapisan abu-abu yang disebut cortex cerebri. Tiap hemisphere dari cortex ini terbagi atas 4 lobus oleh sulcus dan girus. Sulcus yaitu bagian lekuk/parit dari otak, sedangkan girus yaitu bagian tonjolan-tonjolan/pematang pada permukaan otak.

Keempat lobus perperan dalam fungsi spesifik:
1.    Lobus frontal; mengontrol gerakan-gerakan yang halus/mulus dan indera penciuman. Juga sebagai pusat berfikir, membuat keputusan dan berbicara (area Broca, pada hemisfer kiri).
2.     Lobus pariental; mengkoordinasikan informasi aferen yang berhubunan dengan nyeri, suhu, bentuk, pola, rupa, tekanan dan posisi. Beberpa fungsi memori juga terdapat di sini.
3.  Lobus temporal; berperan dalam hal mimpi, daya ingat, dan emosi. Juga sebagai pusat fungsi pendengaran.
4.      Lobus occipital; berperan dalam fungsi penglihatan.

     Selain keempat lobus tadi juga terdapat area yang di sebut ganglia basalis, suatu kumpulan dari neuron dan merupakan bagian dari sistem extrapyramidal. Extrapyramidal berperan pada pengaturan sikap tubuh (postur) dan gerakan –gerakan kasar (berlawanan dengan gerak mulus/halus yang di kontrol oleh lobus frontalis). Ganglia Basalis menerima input aferen dari cortex cerebri dan thalamus, dan sinaps-nya terdapat pada batang otak dan medulla spinalis.

Secara umum cerebrum berfungsi sebagai:
1.      Kesadaran; mengenali diri sendiri dan lingkungannya
2.      Pemikiran, pertimbangan, daya ingat
3.      Penglihatan, pendengaran, sentuhan
4.      Bicara, bahasa
5.      Mengontrol gerak motorik (kasar dan halus/mulus)
6.      Fungsi emosi

Cerebellum (otak kecil)

     Merupakan otak kedua terbesar, terletak di bawah cerebrum. Cerebellum terdiri dari dua hemisfer dan bagian korteks abu-abu. Dia menerima atau melanjutkan informasi melalui batang otak. Cerebellum melakukan 3 fungsi utama yang senuanya bertugas mengontrol gerakan oto-tulang, yaitu:
1.      Keseimbangan batang tubuh
2.  Tegangan otot, refleks-refleks spinal, sikap (posture) dan keseimbangan anggota gerak (lengan, tungkai)
3.      Mengontrol gerak motorik dan bola mata.

    Gangguan atau penyakit yang di derita cerebellum (abses, pendarahan,tumor, trauma) akan meyebabkan ataxia (gerakan otot yang tak terkoordinasi), tremor dan ganggguan gerak lenggang da keseimbangan. Juga dapat terjadi ganguan kemampuan seseorang utuk berbicara, makan dan melakukan tugasnya sehari-hari. Kehilangan fungsi dari cerebellum tidak menyebabkan kelumpuhan.

Diencephalon
     Berada di antra cerebrum dan otak tegah, terdiri dari beberpa struktur penting, dua diantaranya yaitu:
1.     Thalamus;  daerahnya luas, bilateral (thalamus kiri/kanan), berfungsi sebagai sinaps utama atau pusat relay yaitu menerima atau merelay informasi sensorik ke/dari korteks cerebri termasuk diantaranya pusat nyeri atau hal-hal yang menyenangkan.
2.    Hypothalamus; sekumpulan ganglia yang terletak di bawah thalamus dan berhubungan erat dengan fungsi kelenjar hipofise. Beberapa fungsinya antara lain: mengontrol tiap terjadi perubahan suhu tubuh, mengontrol aktivitas otonom dan mengatur sistem saraf simpatikdan parasimpatik, mengontrol kerja kelenjar hipofise/sistem endokrin, mengatur nafsu makan, berhubungan dengan fungsi mekanisme siaga dan emosi serta penyakit psikisomatis.


Secara ringkas disimpulkan fungsi diencephalon, yaitu:
1.      Integrasi gerak motorik/otot sadar
2.      Integrasi persepsi/sensori/pikiran/akal dari tubuh
3.      Pengatur suhu tubuh
4.      Pengatur nafsu makan

Batang otak (brain stem)
     Terdiri dari medula oblongata, pons dan midbrain (mesencephalon), mengontrol fungsi kehidupan dasar (fungsi vital). Dari ketiga bagian ini medula obloganta (MO) merupakan bagian paling penting. Dengan kata lain penyakit atau cedera pada MO akan mempengaruhi fungsi vital tubuh atau dapat berakibat fatal. Semua fungsi batang otak berhubungan dengan saraf otak.
Fungsi batang otak berhubungan dengan:
1.      Pernapasan (pons, medulla)
2.      Denyut jantung
3.      Tekanan darah (vasokonstriksi)/diameter pembuluh darah (medulla)
4.      Pusat refleks pada  pupil dan gerak mata (midbrain, pons) dan refleks muntah, batuk, bersin, menelan tau tersendak.

Saraf cranial
Saraf cranial ada 12 pasang. Beberapa diantranya membawa informasi dari organ pengindderaa ke otak, beberapa mengontrol otot dan yang lain berhubungan dengan kelenjar atau organ dalam tubuh.

Tipe saraf motorik dan fungsinya, yaitu:
1.      N.Oculomotoris; gerak otot-otot mata dan bola mata,
2.      N.Trochlearis; otot bola mata,
3.      N.Abducens; gerak bola mata,
4.      N.Accessorius; menelan, menggerakan kepala dan bahu, dan
5.      N.Hypoglossus; otot-otot lidah.

Tipe saraf sensorik dan fungsinya, yaitu:
1.      Nervus Olfactorius; penciuman,
2.      N.Opticus;  penglihatan, dan
3.      N. Auditorius; pendengaran dan keseimbangan.

Tipe saraf campuran dan fungsinya, yaitu:
1.      N.Trigeminus; Sensorik: perasaan /peraba daerah wajah dan mulut (nyeri & sentuhan)
Motorik:mengunyah
2.      N.Facialis; Sensorik: indera rasa (taste)
Motorik: otot-otto wajah dan sekresi kelenjar ludah dan air mata
3.      N.Glossopharyngeus; Sensorik: indera rasa (taste)
Motorik: menelan
4.    N.Vagus;  saraf uatam darai sistem saraf parasimpatis (merangsang organ pencernaan, mengurangi denyuut jantung)

Medula spinalis (sumsum tulang belakang)
Medula spinalis (MS) terletak di dalam rongga spinal, mempunyai dua fungsi utama:
1.      Merupakan jalur konduksi ke dan dari otak (aferens/eferens)
2.      Merupakan pusat refleks dari refleks spinal

       Tiga puluh satu pasang saraf spinalis keluar dari MS ini. Tidak ada nama khusus dari saraf-saraf ini. Penamaan hanya menurut tempat keluarnya diantara ruas tulang belakang, yaitu: 8 saraf cervicalis , 12 thoraacalis, 5 lumbalis, 5 sacralis, dan 1 coccygeus.

Setiap saraf mempunyai dua akar yang berhubungan dengan MS. Bagian posterior (dorsal) adalah akar sensorik dan bagian anterior (ventral) adalah akar motorik. Reseptor sensorik mengirim informasi melalui saraf spinal ini ke MS (yang kemudian akan diteruskan ke otak).

Saraf  Perifer
     Seluruh saraf spinal cervicalis mengontrol gerak otot-otot bahu dan lengan serta menerima semua input sensoris dari kulit, otot, tulang, dan sendi. Setelah meninggalkan canalis vertebralis saraf-saraf spinal ini bergabung membentuk saraf perifer. Gabungan saraf spinal di daerah leher di sebut plexus brachialis, kemudian bercabang-cabang menjadi beberapa saraf perifer.

     Saraf spinal throracalis tidaak bergabung menjadi plexus. Akar anterior mengontrol otot-otot perut dan punggung, akar posterior menerima informasi dan abdoemen/perut, kulit, otot-otot dan sendi-sendi daerah dada serta punggung bagian atas. Saraf-saraf lumbalis dan sacralis, di daerah pelvis juga membentuk plexus sesudah keluar dari canalis vertebralis yang di sebut plexus lumbosacralis, yang mengontrol gerak dan meneriam informasi dari ekstremitas inferior (tungkai), kandung kencing dan usus besar.

Fungsi Utama Saraf Perifer

Fungsi utama dari saraf-saraf plexus brachialis, nama saraf perifer dan aksinya:
1.      N.Axillaris; Fleksi dan abduksi bahu
2.      N.Musculocutaneous; Fleksi sendi siku
3.      N.Radialis;  Ekstensitas sendi siku, pergelangan tangan dan jari-jari
4.      N.medianus;  Fleksi pergelangan tangan dan jari-jari
5.      N.Ulnaris; Keterampilan jari-jari.

Fungsi utama dari saraf-saraf plexus lumbosacralis, nama saraf perifer dan aksinya:
1.      N.Fermoralis; Ektensi lutut
2.      N.Sciatica; Fleksi lutut
3.      N.Tibialis;  Fleksi pergelangan kaki dan jari kaki
4.      N.Peroneus; Ekstensi pergelangan dan jari kaki
5.      N.Pudendus; Sphincter anus dan urethral serta ereksi.

 Sistem Saraf Otonom
    Sistem saraf otonom terdiri dari neuron motorik yang berada dalam saraf spinla yang mempersarafi otot polos, otot jantung dan kelenjar. Saraf  ini biasanya bekerja tanpa di sadari. Sistem saraf otonom terdiri dari 2 bagian: simpatis dan parasimpatis yang keduanya bergungsi:
1.      Otomatis
2.      Mempersarafi semua organ dalam tubuh
3.      Menggunakan dua neuron motorik dan saru ganglion untuk setiap implus

Saraf Simpatis

      Serat preganglion dari saraf simpatis keluar dari MS daerah torakalis dan lumbalis. Saraf simpatis ini khusunya penting dalam situasi darurat dan berhubungan dengan respons “fght-or-flight”, sebagai contoh dian menghambat saluran pencernaan, tetapi melebarkan pupil, mempercepat denyut jantung dan meningkatkan ritme pernapasan. Axson postganglion melepaskan neurotransmitter neropinepherine.

Saraf  Parasimpatis


    Saraf-saraf cranial termasuk N. Vagus dan serabut saraf yang keluar dari MS daerah sacralis membentuk serat saraf parasimpatis. Kerja saraf parasimpatis ini juga merespons organ dalam, sebagai contoh menyebabkan pupil kontraksi, meningkatkan pencernaan makanan dan menghambat denyut jantung. Saraf parasimpatis menggunakan neurotransmitter acethylcholine.

sumber:

Sarpini, Rusbandi. 2015. Anatomi & Fisiologi Tubuh Manusia Untuk Paramedis.Bogor:Penerbit IN MEDIA.